Apr
09
2015
1

Agregasi dan Grouping

Agregasi & Grouping

Fungsi aggregasi adalah fungsi matematika sederhana dalam SQL. Biasanya fungsi aggregasi ini digunakan pada bagian SELECT untuk melakukan perhitungan dengan melibatkan sekumpulan data atau nilai. Sedangkan grouping merupakan fungsi untuk mengelompokkan suatu data tabel berdasarkan salah satu field yang diperlukan dari tabel tersebut.

Fungsi Agregasi

  1. AVG()

Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai rata-rata sekelompok nilai dari sebuah kolom (field) numerik.

Perintah umum: SELECT AVG(nama_field) From nama_tabel;

  1. COUNT()

Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai jumlah data (baris/record) dari sekelompok data tabel maupun view.

Perintah umum : SELECT COUNT(nama_field) From nama_tabel;

  1. MAX()

Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai tertinggi sekelompok nilai dari sebuah kolom (field) numerik.

Perintah umum : SELECT MAX(nama_field) From nama_tabel;

  1. MIN()

Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai terendah dari sebuah kolom (field) numerik.

Perintah umum : SELECT MIN(nama_field) From nama_tabel;

  1. SUM()

Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai total jumlah sekelompok dari sebuah kolom (field) numerik.

Perintah umum : SELECT SUM(nama_field) From nama_tabel;

  1. ROUND()

Fungsi ini digunakan untuk melengkapi bidang numerik dengan jumlah desimal yang ditentukan.

Perintah: SELECT ROUND(nama_field,jumlah_decimal) From nama_tabel;

  1. STDDEV_POP()

Fungsi ini digunakan untuk menghasilkan nilai standart deviasi populasi.

Perintah umum: SELECT STDDEV_POP(nama_field) From nama_tabel;

 

Fungsi Grouping

Order By

Order by adalah perintah yang digunakan untuk menampilkan data secara terurut berdasarkan nilai tertentu. Order by dikelompok menjadi 2 jenis yaitu ascending (data diurutkan dari yang terkecil ke terbesar) dan descending(data diurutkan dari yang terbesar ke terkecil).

Perintah umum : SELECT *FROM(nama_tabel) ORDER BY atribut ASC/DESC;

Group By

Group by merupakan perintah yang digunakan untuk mengelompokan beberapa data pada perintah SELECT;

Perintah Umum : SELECT *FROM(nama_tabel) GROUP BY atribut;

Having

Fungsi Having terkait dengan GROUP BY dan AGREGASI. Biasanya digunakan untuk menentukan kondisi tertentu pada group by dan kondisi tersebut berkaitan dengan fungsi agrgasi. Fungsi HAVING sebenarnya memiliki kemiripan dengan WHERE dalam penggunaannya. HAVING digunakan dalam SQL karena WHERE tidak dapat digunakan dengan fungsi agregasi.

Perintah Umum: SELECT atribut FROM nama_tabel GROUP BY atribut HAVING fungsi_agregasi:

View

View dapat disebut sebagai sebuah table semu/bayangan. Data-data pada table view dapat merupakan gabungan dari data pada tabe-tabel lain. View dapat digunakan untuk membatasi pengaksesan atas sebuah table tertentu, jadi user hanya boleh melihat table yang berisi data-data secara spesifik.

Perintah umum:CREATE VIEW NAMA_VIEW AS<QUERY>

Untuk Menampilkan : SELECT * FROM Nama_Tabel_semu_yg_telah_dibuat;

 

Written by rizkypratama in: Uncategorized |
Apr
05
2015
0
Apr
05
2015
0

Data Manipulation Language(DML)

DML (Data Manipulation Language)

Data Manipulation Language (DML) adalah bahasa/perintah SQL yang berfungsi untuk memanipulasi data yang ada di dalam basis data(database), dan digunakan untuk mengambil, memasukkan, memodifikasi, bahkan menghapus informasi/isi yang ada didalam database tersebut. Beberapa manfaat atau kegunaan dari DML diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Pengambilaninformasiyangdisimpandalambasisdata(Select)
  2. Penyisipaninformasibarukebasisdata(Insert)
  3. Penghapusaninformasidaribasisdata(Delete)
  4. Modifikasiinformasiyangdisimpandalambasisdata(Update)

Perintah DML dalam SQL

INSERT

Insert merupakan perintah yang berfungsi untuk menyisipkan, memasukkan dan menyimpan data dari luar sistem kedalam tabel. Perintah insert memiliki 2 carayaitu:

  1. CaraLangsung
    INSERTINTOnamatabelVALUES(isi1,isi2,isi3,…);
  2. CaraTakLangsung
    INSERTINTOnamatabel(namafield1,namafield2,…) VALUES(isi1,isi2, isi3,…);
SELECT

Berfungsi untuk melakukan pengambilan sejumlah data yang ada didalam table untuk ditampilkan ataupun dimanipulasi. SQL yang digunakan:

  1. Menampilkan seluruh isi tabel
    SELECT*FROM nama_tabel; Contoh:SELECT*fromdosen;
  2. Menampilkan dengan klausa WHERE
    SELECT*FROM nama_tabel WHERE kondisi;
    Contoh: SELECT nim,nama,FROM mahasiswa WHERE jenis_kelamin= ‘perempuan’;
  3. Menampilkan field tertentu
    SELECT nama_field1,nama_field2,…… FROM nama_tabel;
    Contoh: SELECT kode_matkul,nama_matkul FROM matkul;
  4. Menampilkan data yang diambil dari beberapa tabel
    SELECT tabel1.field, tabel2.field,….
    FROM tabel1,tabel2,….
    WHERE kondisi;
    *(contoh ada dibagian operator AND dan OR)
  5. Penggunaan operator AND dan OR
    Untuk mengambil data tertentu dengan syarat / kondisi lebih darisatu,dan apabilasemuasyaratbernilaibenar.
    SELECT*FROM nama_tabel WHERE kondisi1 AND kondisi2 AND kondisi3..;
    SELECT*FROM nama_tabel WHERE kondisi1 OR kondisi2 OR kondisi3…;
    Contoh:
    SELECT a.nim, a.nama, b.nama_matkul, b.jumlah_sks FROM mahasiswaa,matkulb,kontrakc
    WHERE a.nim=c.nim AND b.kode_matkul=c.kode_matkul;
  6. Penggunaan operator BETWEEN dan NOTBETWEEN
    Untuk menyaring data dengan rentang tertentu (memilikijangkauan).
    SELECT*FROM nama_tabel WHERE field BETWEEN batas_bawah AND batas_atas;
    SELECT*FROM nama_tabel WHERE field NOTBETWEEN batas_bawah AND batas_atas;
    Contoh1:
    SELECT a.id_kontrak,b.nip,b.nama FROM kontraka,dosenb
    WHERE a.nip=b.nip AND a.id_kontrak BETWEEN 1 AND 3;
    Contoh2:
    SELECT a.id_kontrak,b.nip,b.nama FROM kontraka,dosenb
    WHERE a.nip=b.nip AND a.id_kontrak NOTBETWEEN 4 AND 7;
  7. Penggunaan operator LIKE dan NOTLIKE
    Untuk menseleksi data dengan kriteria mengandung kata atau klausa
    yang didefinisikan oleh LIKE.
    SELECT*FROM nama_tabel WHERE field LIKE‘%….’;
    SELECT*FROM nama_tabel WHERE field LIKE‘….%’;
    SELECT*FROM nama_tabel WHERE field LIKE‘%….%’;
UPDATE

Perintah ini digunakan untuk memperbarui data lama menjadi data terbaru. Disini perlu diingat perintah update ini harus dikuti dengan perintah WHERE sebagai kondisi untuk menentukan data mana yang akan diperbarui.
UPDATE nama_tabel SET field1=nilai_baru,field2=nilai_baru,….. WHERE kondisi;

DELETE

Perintah ini digunakan untuk menghapus atau menghilangkan barisdata (record) dari table. Penggunaan perintah ini juga harus menggunakan WHERE sebagai kondisi untuk menentukan data mana yang akan dihapus.
DELETE FROM nama_tabel WHERE kondisi;

Written by rizkypratama in: Uncategorized |
Apr
05
2015
0

DDL dan ERD

Data Definition Language (DDL) dan Entity-Relationship Diagram (ERD)

A. Data Definition Language (DDL)

DDL adalah bahasa basis data yang digunakan untuk mendefinisikan, mengubah, dan menghapus basis data serta objek-objek yang diperlukan seperti table,view,user,index dsb. DDL biasa digunakan oleh Data Base Administrator (DBA) dalam pembuatan sebuah aplikasi basis data. Secara umum, DDL yang digunakan meliputi perintah sebagai berikut:

  • CREATE; digunakan untuk membuat objek yang baru;
  • ALTER; digunakan untuk mengubah objek yang sudah ada;
  • DROP; digunakan untuk menghapus objek yang sudah ada.

Perintah yang Umum Digunakan pada MySQL

Adapun beberapa contoh perintah DDL yang umum digunakan pada MySQL adalahsebagaiberikut:

CREATE
  • CREATE DATABASE
  • CREATE FUNCTION
  • CREATE INDEX
  • CREATE PROCEDURE
  • CREATE TABLE
  • CREATE TRIGGER
  • CREATE VIEW
ALTER/RENAME
  • ALTER DATABASE
  • ALTER FUNCTION
  • ALTER PROCEDURE
  • ALTER TABLE
  • ALTER VIEW
  • RENAME TABLE
DROP
  • DROP DATABASE
  • DROP FUNCTION
  • DROP INDEX
  • DROP PROCEDURE
  • DROP TABLE
  • DROP TRIGGER
  • DROP VIEW

Tipe Data yang Dapat Digunakan pada MySQL

Adapun tipe data yang dapat digunakan adalah sebagai berikut:

Tipe Data Bilangan
  1. TINYINT
    Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif. Jangkauan:-128s.d.127. Ukuran :1byte(8bit).
  2. SMALLINT
    Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif. Jangkauan:-8.388.608s.d.8.388.607. Ukuran :3byte(24bit).
  3. INT
    Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif. Jangkauan:-2.147.483.648s.d.2.147.483.647. Ukuran :4byte(32bit).
  4. BIGINT
    Digunakan untuk menyimpan data bilangan bulat positif dan negatif. Jangkauan:±9,22×1018. Ukuran :8byte(64bit).
  5. FLOAT
    Digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan positif dan negatif presisi tunggal. Jangkauan : -3.402823466E+38 s.d. -1.175494351E 38,0,dan1.175494351E-38s.d. 3.402823466E+38. Ukuran :4byte(32bit).
  6. DOUBLE
    Digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan positif dan negatif presisi ganda.
  7. REAL
    Merupakan sinonim dari DOUBLE.
  8. DECIMAL
    Digunakan untuk menyimpan data bilangan pecahan positif dan negatif. Jangkauan: -1.79…E+308 s.d. -2.22…E-308,0,dan 2.22…E-308s.d.1.79…E+308. Ukuran:8byte(64bit).
Tipe Data Jam, Tanggal, dan Hari
  1. DATE
    Digunakan untuk menyimpan data tanggal. Jangkauan:1000-01-01s.d.9999-12-31. (YYYY-MMDD) Ukuran :3byte.
  2. TIME
    Digunakan untuk menyimpan data waktu. Jangkauan:-838:59:59s/d+838:59:59 (HH:MM:SS) Ukuran :3byte.
  3. DATETIME
    Digunakan untuk menyimpan data tanggal dan waktu. Jangkauan:‘1000-01-0100:00:00’s.d. ‘9999-12-3123:59:59’. Ukuran :8byte.
  4. TIMESTAMP
    Kombinasi tanggal dan jam saat tabel/data diakses dengan jangkauan‘1970-01-0100:00:00’s.d.‘2037’.
  5. YEAR
    Digunakan untuk menyimpan data tahun dari tanggal.Jangkauan:1900s.d.2155. Ukuran :1byte.
TipeDataLainnya
  1. CHAR
    Digunakan untuk menyimpan data string ukuran tetap. Jangkauan :0s.d.255karakter
  2. VARCHAR
    Digunakan untuk menyimpan data string ukuran dinamis. Jangkauan :0s.d.255 karakter (versi4.1), 0s.d.65.535(versi5.0.3).
  3. TINYBLOB,TINYTEXT
    L+1 byte, dengan L<28. Tipe data TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 255 karakter.
  4. MEDIUMLOB, MEDIUMTEXT
    L+2 byte, dengan L<224. Tipe TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 1677215 karakter.
  5. LONGLOB,LONGTEXT
    L+2byte,denganL<32.Tipe TEXT atau BLOB dengan panjang maksimum 4294967295 karakter.
  6. ENUM
    Digunakan untuk enumerasi (kumpulandata).
  7. SET
    Digunakan untuk combination (himpunandata). Jangkauan :sampai dengan 255 string anggota.

Cara Menjalankan MySQL

Terdapat dua cara untuk menjalankan MySQL, yaitu: (1)melaluiphpmyadmin; (2) melalui Command Prompt (WindowsOS) atau Terminal (LinuxOS). Pada kesempatan kaliini, kita akan menggunakan cara yang kedua, yaitu sebagai berikut:

  1. Download dan install XAMPP pada komputer;
  2. Aktifkan MySQL dan Apache pada XAMPP;
  • Windows
    1) Buka XAMPP Control Panel;
    2) Start untuk Apache dan MySQL;
  • Linux
    1) Buka Terminal;
    2) Masuk sebagai root;
    3) Eksekusi perintah berikut: /opt/lampp/lampp start
  1. Eksekusi aplikasi MySQL;
  • Windows
    1) BukaCMD;
    2) Eksekusiperintahberikut:
    cd c:\xampp\mysql\bin
    mysql -u root
  • Linux
    1) BukaTerminal;
    2) Eksekusi perintah berikut:
    cd /opt/lampp/bin
    ./mysql -u root

 


 

B.Entity-Relationship Diagram (ERD)

ERD didefinisikan sebagai penerjemahan semesta data yang ada di ‘dunia nyata’ dengan memanfaatkan sejumlah perangkat konseptual menjadi sejumlah diagram data. Sederhananya, ERD adalah suatu cara memodelkan suatu datadi tingkatkonseptual dalamperancangan basisdata. Model ini jugamerupakan alat modelling data yang populer dan banyak digunakan oleh para desainer basis data.

ERD ini hadir untuk menyajikan dan menjadikan data mudah dimengerti dalam rangka mempermudah perancangan dan pengaksesan basis data. Itulah ERD, yang menjelaskan hubungan antardata dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi.

Komponen ER-Diagram

Adapun komponen ER-Diagram adalah sebagai berikut:

Entitas

Entitas didefinisikan sebagai individu yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Sederhananya, entitas dikenal sebagai suatu objek yang dapat dibedakan dengan objek lainnya di dalam dunia nyata. Entitas di dalam ER-D direpresentasikan oleh bangun datar persegi panjang. Adapun beberapa contoh entitas adalah sebagai berikut: siswa, pegawai, guru, mobil,danseterusnya.

Atribut

Atribut merupakan karakteristik dari entity atau relationship yang menyediakan penjelasan detail tentang entity atau relationship tersebut. Atribut di dalam ER-D direpresentasikan dalam bentuk bangun datar oval. Adapun beberapa contoh atribut adalah sebagai berikut: nomor_induk_siswa, nama,alamat,dan seterusnya.

Relasi

Relasi didefinisikan sebagai hubungan diantara sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Sederhananya, relasi dikenal sebagai hubungan yang terjadi antara satu atau lebih entitas. Relasi pada ER-D direpresentasikan dalam bentuk bangun datar belah ketupat. Adapun beberapa contoh relasi adalah sebagai berikut: mengontrak, transaksi, dan mengepalai.

Kardinalitas

Kardinalitas relasi menunjukkan jumlah maksimum entitas yang dapat berelasi dengan entitas pada himpunan entitas lain. Adapun kardinalitas yang terjadi diantara dua himpunan entitas adalah sebaga iberikut:

a. One to One

Kardinalitas ini terjadi apabila entitas (aku) berhubungan dengan paling banyak satu entitas (kamu), begitu pun sebaliknya. Sederhananya, relasi tabel one-to-one merupakan relasi 2 tabel dengan primary key (pk) dan foreign key (fk) dengan meletakkankolom one-to-one ke tabelbaru. Sebenarnyarelasi inijarangdigunakan. Adapun beberapa alasan relasi ini digunakan adalah sebagai berikut:

Written by rizkypratama in: Uncategorized |
Mar
11
2015
0

Rangkaian Elektronika

RANGKAIAN ELEKTRONIKA

Rangkaian elektronika adalah susunan dari komponen elektronika yang mempelajari ilmu tentang alat listrik arus lemah yang di jalankan dengan mengontrol aliran elektron atau juga muatan listrik seperti komputer, peralatan elekrtonik, termokabel, semikonduktor dan fungsi kelistrikan lainnya. Untuk dapat memahami sebuah rangkaian elektronika, kita harus menguasai bentuk desain dan pembuatan sirkuit elektroniknya pada bagian teknik elektro dan teknik komputer.
Saat ini sudah banyak sekali desain ataupun rancangan dari sebuah rangkaian untuk memenuhi suatu tuntutan teknologi atau kebutuhan manusia. Itu di karenakan perkembangan teknologi sudah mengalami banyak peningkatan yang semakin kompleks seperti penggunaan wireless dan pemanfaatan bahan semikonduktor.

RANGKAIAN SERI

Rangkaian Seri adalah salah satu rangkaian listrik yang disusun secara sejajar (seri). Bateray dalam Senter umumnya disusun dalam rangkaian seri.

Contoh :

Pada rangkaian seri berlaku

Vab       =V1 + v2 +v3

R_seri  = R1 + R2 + R3 +….+Rn

RANGKAIAN PARALEL

Rangkaian Paralel adalah rangkaian yang disusun secara berderet (paralel) dimana semua input dari komponen yang digunakan berasal dari sumber yang sama. Contoh dari Rangkaian Paralel adalah lampu yang dipasang di rumah kita masing-masing.

contoh:

Pada rangkaian paralel berlaku

V = V1 = V2 = V3

1/R_Paralel = 1/r1+1/r2+..+1rn

Rumus umum

v = i.r

v = Tegangan (Volt)

i= Kuat arus (Ampere)

r= Hambatan (Ohm)

KOMPONEN AKTIF DAN PASIF

Komponen aktif dan komponen pasif adalah dua jenis komponen elektronika yang selalu ada dalam setiap rangkaian elektronika.

Komponen aktif ialah jenis komponen elektronika yang memerlukan arus listrik agar dapat bekerja dalam rangkaian elektronika yang dapat menguatkan dan menyearahkan sinyal listrik, serta dapat mengubah energi dari satu bentuk ke bentuk lainnya.

KOMPONEN AKTIF

1. Diode (Dioda)
Diode (Dioda) adalah komponen aktif dua kutub yang pada umumnya bersifat semikonduktor, yang memperbolehkan arus listrik mengalir ke satu arah (Kondisi panjar maju) dan menghambat arus dari arah sebaliknya (Kondisi panjar mundur). Dioda dapat disamakan sebagai fungsi katup di dalam bidang elektronika. Dioda sebenarnya tidak menunjukkan karakteristik kesearahan yang sempurna, melainkan mempunyai karakteristik hubungan arus dan tegangan kompleks yang tidak linier dan seringkali tergantung pada teknologi atau material yang digunakan serta parameter penggunaan. Beberapa jenis Dioda juga mempunyai fungsi yang tidak ditujukan untuk penggunaan penyearahan.
 
Awal mula dari Dioda adalah peranti kristal Cat’s Whisker dan tabung hampa (Juga disebut katup termionik). Saat ini Dioda yang paling umum dibuat dari bahan semikonduktor seperti silikon atau germanium.
 
Dioda dibagi menjadi 5 macam, yaitu:
 
  • Dioda Cahaya
  • Dioda Foto
  • Dioda Laser
  • Dioda Zener
  • Dioda Bridge

2. Dioda Schottky

SCR singkatan dari Silicon Control Rectifier. Adalah sebuah Dioda yang mempunyai fungsi sebagai pengendali. SCR atau Tyristor masih termasuk keluarga semikonduktor dengan karateristik yang serupa dengan tabung thiratron. Sebagai pengendalinya adalah gate (G). SCR sering disebut Therystor. SCR sebetulnya dari bahan campuran P dan N. Isi SCR terdiri dari PNPN (Positif Negatif Positif Negatif) dan biasanya disebut PNPN Trioda.
 
3. Transistor
Transistor adalah alat semikonduktor yang digunakan sebagai penguat, sebagai sirkuit pemutus dan penyambung (Switching), stabilisasi tegangan, modulasi sinyal atau sebagai fungsi lainnya. Transistor dapat berfungsi semacam kran listrik, dimana berdasarkan arus inputnya (BJT) atau tegangan inputnya (FET), memungkinkan pengaliran listrik yang sangat akurat dari sirkuit sumber listriknya.
 
Pada dasar umumnya, Transistor memiliki 3 terminal, yaitu Basis (B), Emitor (E) dan Kolektor (C). Tegangan yang di satu terminalnya misalnya Emitor dapat digunakan untuk mengatur arus dan tegangan yang lebih besar daripada arus input Basis, yaitu pada keluaran tegangan dan arus output Kolektor.
 
Transistor merupakan sebuah komponen yang sangat penting dalam dunia elektronik modern. Dalam rangkaian analog, transistor digunakan dalam amplifier (Penguat). Rangkaian analog melingkupi pengeras suara, sumber listrik stabil (Stabilisator) dan penguat sinyal radio. Dalam rangkaian-rangkaian digital, transistor digunakan sebagai saklar berkecepatan tinggi. Beberapa transistor juga dapat dirangkai sedemikian rupa sehingga berfungsi sebagai logic gate, memori dan fungsi rangkaian-rangkaian lainnya.
 

Transistor dibagi menjadi 5 macam:

  • Transistor Efek Medan
  • Transistor Bipolar
  • Transistor IGBT
  • Transistor Darlington
  • Transistor Foto

KOMPONEN PASIF

1. Resistor
Resistor adalah sebuah komponen elektronik dua kutub yang didesain untuk mengatur tegangan listrik dan arus listrik, dengan resistansi tertentu (Tahanan) dapat memproduksi tegangan listrik di antara kedua kutubnya, nilai tegangan terhadap resistansi berbanding dengan arus yang mengalir, berdasarkan hukum Ohm:
 
 
Resistor dapat digunakan sebagai bagian dari rangkaian elektronik dan sirkuit elektronik, dan merupakan salah satu komponen yang paling sering digunakan. Resistor dapat dibuat dari bermacam-maca kompon dan film, bahkan kawat resistansi (Kawat yang dibuat dari paduan resistivitas tinggi seperti nikel-kromium).
 
Karakteristik utama dari resistor adalah resistansinya dan daya listrik yang dapat dihantarkan. Karakteristik lain termasuk koefisien suhu, derau listrik (Noise), dan induktansi.
 
Resistor dapat di integrasikan kedalam sirkuit hibrida dan papan sirkuit cetak (PCB), bahkan sirkuit terpadu. Ukuran dan letak kaki bergantung pada desain sirkuit, kebutuhan daya resistor harus cukup dan disesuaikan dengan kebutuhan arus rangkaian agar tidak terbakar.
 
2. Kondensator
Kondensator atau sering disebut sebagai kapasitor adalah suatu alat elektronika yang dapat menyimpan energi di dalam medan listrik, dengan cara mengumpulkan ketidakseimbangan internal dari muatan listrik. Kondensator memiliki satuan yang disebut Farad dari nama Michael Faraday. Kondensator juga dikenal sebagai “Kapasitor”, namun kata “Kondensator” masih dipakai hingga saat ini. Pertama disebut oleh Alessandro Volta seorang ilmuwan Italia pada tahun 1782 (Dari bahasa Itali condensatore), berkenaan dengan kemampuan alat untuk menyimpan suatu muatan listrik yang tinggi dibanding komponen lainnya. Kebanyakan bahasa dan negara yang tidak menggunakan bahasa Inggris masih mengacu pada perkataan bahasa Italia “Condensatore”, bahasa Perancis condensateur, Indonesia dan Jerman Kondensator atau Spanyol Condensador.
 
3. Induktor
Sebuah induktor atau reaktor adalah sebuah komponen elektronika pasif (Kebanyakan berbentuk torus) yang dapat menyimpan energi pada medan magnet yang ditimbulkan oleh arus listrik yang melintasinya. Kemampuan induktor untuk menyimpan energi magnet ditentukan oleh induktansinya, dalam satuan Henry. Biasanya sebuah induktor adalah sebuah kawat penghantar yang dibentuk menjadi kumparan, lilitan membantu membuat medan magnet yang kuat di dalam kumparan dikarenakan hukum induksi Faraday. Induktor adalah salah satu komponen elektronik dasar yang digunakan dalam rangkaian yang arus dan tegangannya berubah-ubah dikarenakan kemampuan induktor untuk memproses arus bolak-balik.
 
Sebuah induktor ideal memiliki sebuah induktansi, tetapi tanpa resistansi atau kapasitansi, dan tidak memboroskan daya. Sebuah induktor pada kenyataanya merupakan gabungan dari induktansi, beberapa resistansi karena resistivitas kawat, dan beberapa kapasitansi. Pada suatu frekuensi, induktor dapat menjadi sirkuit resonansi karena kapasitas parasitnya. Selain memboroskan daya pada resistansi kawat, induktor berinti magnet juga memboroskan daya di dalam inti karena efek histeresis, dan pada arus tinggi mungkin mengalami nonlinearitas karena penjenuhan.
 
4. Transformator
Transformator atau transformer atau trafo adalah komponen elektromagnet yang dapat mengubah taraf suatu tegangan AC ke taraf  tegangan yang lain.
 

MENGHITUNG NILAI RESISTOR DARI NILAI CINCIN WARNANYA

Kode Gelang Warna

Kode warna pada resistor tetap dibedakan menjadi 3 jenis, yaitu 4 gelang warna, 5 gelang warna, dan 6 gelang warna. Hal pertama dalam membaca kode warna resistor adah menentukan gelang pertama dan gelang terakhir. Gelang tarkhir merupakan gelang yang memiliki jarak yang lebih lebar terhadap gelang lain. Pembacaan kode gelang warna perhatikan tabel gelang warna pada gambar dibawah.

Cara menghitung resistor biasanya dimulai dari membaca warna yang berada paling dekat dengan ujung resistor tersebut. Biasanya dikebanyakan kasus, resistor dibaca dari sebelah kiri ke kanan, namun ada pula yang sebaliknya. Jadi lihatlah cincin mana yg lebih mendekati ujung si resistor tersebut.

Terdapat beberapa perbedaan dalam menghitung nilai resistor yg memiliki jumlah cincin sebanyak 4 buah. Untuk resistor yang memiliki 4 buah gelang, maka

-Gelang pertama = digit pertama

-Gelang kedua = digit kedua

-Gelang ketiga = faktor pengali

-Gelang keempat = toleransi

Namun untuk resistor yang memiliki gelang sebanyak 5 atau 6, maka hitng sesuai dengan urutan. untuk lebih jelasnya lihat pada gambar di atas.

activate javascript

Written by rizkypratama in: Uncategorized |

Powered by WordPress. Theme: TheBuckmaker